Kamis, 05 September 2013

HAPUS AIR MATAMU MAMA....

Ketika waktu kian membawaku larut
Lebur dalam kehidupan masa kini
Saat ego dan gengsi menekanku
Saat itu aku lupa siapa diriku
Aku lupa harga diri dan jati diriku

Aku yang merasa hebat dengan diri sendiri
Membawa jiwaku jauh ke lembah nista
Tak ku hirau kata-katamu
Tak peduli dengan perhatian dan nasehatmu
Tak memahami betapa kawatirnya kau padaku


Puisi Airmata disetiap doaku

 Malam mengoyak sepi
sisa tawa siang tadi tak banyak ibu..
kuredam bersama kelam dalam sujud malamku
tembang sholawat geraikan airmataku.
Ibu
sekarang aku mengerti
tentang airmatamu yang jatuh kala malam makin larut
besok raya akan tiba
belum jua terkumpul uangmu untuk tawa diwajah anak anakmu
hanya tersisa secarik kertas bon untuk makan anakmu kemarin
labamu apakah tak cukup ibu
hingga gering senyum dipipi keriputmu.
Ibu
dalam linangan airmata akupun begitu
dalam ungkapan doa akupun meminta
sama seperti dahulu saat mengintipmu dalam sholat malammu
kusebut jua namamu ibu
dalam tetes airmataku
kuyakin kau berduka menatap rautku dalam isak
lemas terkulai aku dihamparan sajadahku
ingatmu adalah kekuatanku
soarga kupinta bagimu ibu dalam airmataku
bersama doaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar